Tentang Silsilah Pengkodifikasian Al-Quran

April 26, 2018

Banyak dari kita tidak mengetahui bahwa Al-Quran dahulu tak berbentuk kodifikasi seperti saat ini. Al-Quran dahulu adalah wahyu yang diturunkan terhadap Nabi Muhammad SAW dan belum dikodifikasikan. Berkat jasa Umar Bin Khattab terjadilah dinamika penulisan Al-Quran sehingga Al-Quran dapat terkodifikasikan seperti yang kita kenal sekarang. Pengkodifikasian hal yang demikian bermula pada ketika perang Yamanah.

Dalam perang tersebut banyak prajurit terbunuh terlebih dari kalangan penghafal Al-Quran. Melihat kejadian semacam itu lalu Umar mengambil inisiatif untuk mengkodifikasikan Al-Quran. Via pro kontra dengan Abu Bakar yang saat itu menjadi khalifah kesudahannya diambil keputusan bahwa pandangan baru Umar untuk mengkodifikasikan Al-Quran. Pelaksanaan pengkodifikasian hal yang demikian juga berlangsung cukup lama ialah sekitar satu tahun. Dalam melaksanakan hal ini Umar memerintahkan Zaid bin Tsabit untuk mengerjakannya. Agar ini bukan tanpa alasan sebab Zaid ialah orang yang menulis di hadapan Rasulullah dikala beliau menerima wahyu.

Kecuali pengkodifikasian dapat dijalankan dengan baik dan tanpa melewatkan apa pun maka dilakukanlah dua metode sekaligus dalam dinamika penulisan Al-Quran. Pertama ia menggunakan metode mengaplikasikan wahyu yang pernah ditulisnya dulu dengan disertai oleh dua orang saksi. Selain sistem tersebut Zaid memakai metode dengan cara mencatat hafalan Al-Quran dari para sahabat. Supaya hal yang demikian dikerjakan untuk memperjelas potongan wahyu yang akan dikodifikasikan nantinya. Kecuali itu dengan kedua cara tadi diinginkan dapat menemukan potongan wahyu yang hilang atau sebagainya.

pengertian doa menurut istilah agama pengkodifikasian hal yang demikian akibatnya diserahkan terhadap Abu Bakar dan selanjutnya setelah Abu Bakar wafat kodifikasian tadi dimiliki oleh Utsman bin Affan. Memperhatikan hal tersebut tentu saja kita sepatutnya berterimakasih kepada Umar bin Khattab karena sekiranya bukan sebab inisiatifnya kita tidak mungkin mengetahui Al-Quran yang kita ketahui ketika ini.


Perjuangannya untuk mengerjakan inisiatif dalam dinamika penulisan Al-Quran memang layak untuk diacungi jempol. dari itu sebagai umat Islam, kita semestinya mengapresiasi hasil usaha beliau untuk mengkodifikasikan Al-Quran salah satunya dengan rajin membacanya. Kecuali itu kita juga harus berterima kasih karenanya bayangkan saja jikalau Al-Quran tidak dikodifikasikan tentu saja kalau akan amat kesulitan saat mau membacanya.